Suatu Hari di Warnet

:antok:Ya… meskipun dengan rasa kantuk yang tak dapat di ganggu gugat saya berusaha menepisnya (((menepis))) Tapi apalah daya ternyata ngantukku ini punya kekuatan magis yang kuat hingga kelopak mata ini sudah semacam magnet beda kutub yang saling menempel, KELET! Dan sepertinya jurus ajian minum kopi sudah tidak mempan.

Diluar nampak seseorang yang sedari tadi, aku tidak ingat persis berapa lamanya, mungkin sekitar 20 menitan sudah ketok-ketok pintu sambil bilang “bangun mas.. mas bangun… sudah siang” Pintu warnet memang sengaja aku kancing sejak jam 2 malam tadi, karena sekitaran suasanya sudah lengang dan warnet sepi tidak ada client yang pake.

zombieMulai riyip-riyip membuka mata, tapi rasanya ada lengket-lengket semacam lem cair yang belum bener-bener kering dan rasanya ini adalah blelek, what?! blelekk!! hahaha.. bangun-bangun mulai jalan dan mlongok ke pintu depan, fyi aja, kontruksi bangunan warnet ini adalah letter L dan saya tidur dibelakang, suara dari depan memang sayup-sayup tidak begitu terdengar, namun karena berulang di ketok2 pintu, aku mulai menyadari kalo ada yang salah *eh Dan…*maktratap lah kui ownernya warnet sudah d depat pintu… hmm! aku kesiangan. lagi! :(

Suatu Hari di Warnet
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *