Organisasi Sebagai Pembentuk Pribadi Yang Mandiri

Seiring waktu berjalan maka umur akan semakin bertambah dan kita dituntut untuk bisa bersikap dewasa. Dewasa bukan tentang usia namun perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya dalam hidup itu manusia tidak ada kata ‘paksaan’ dalam menjalaninya, karena segala sesuatunya itu adalah ‘pilihan’. Pilihan kita akan menentukan baik atau buruk perilaku kita kepada diri sendiri maupun orang lain. Nah, seberapa dewasanya kita itu masih perlu kita pertanyakan? Sok banget aku yak.. bahas tentang kedewasaan, eniwei tulisan ini bak semacam khotbah hari jumat jadi bisa untuk mengingatkan orang lain dan khusunya pada diri sendiri, ya tho??: hehe…

Coba kita pikirkan sedari kecil jika kita kesulitan maka orang tua yang akan membantu menyelesaikan itu semua, bagaimana setelah kita makin berumur? Tentu tidak mungkin kita akan bersandar pada orang tua yang bertambah umur namun berkurang tenaganya, lagian kita harus belajar untuk mempersiapkan segalanya, sendiri, ya sendiri! Nyuci baju, setrika, beli makan, tanya alamat, menulis surat, berangkat kuliah dll. Alasannya bisa berbeda-beda kenapa kita harus melakukannya sendiri, bisa jadi karena jarak kita dengan orang tua yang mungkin sudah berjauhan karena kita telah berada dalam perantauan, menuntut ilmu untuk kuliah ataupun bekerja, dan tentunya masih banyak kemungkinan yang membuat kita tidak bisa bersandar selalu pada orang tua (baca : meminta bantuan) maka dari itu, kita perlu membangun pribadi yang mandiri, dan baik, baik dalam arti bisa memberi manfaat kepada orang lain. Inget kan hadist nabi yang berbunyi “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Lantas apa itu “Pribadi Yang Mandiri itu?” Pribadi mandiri adalah pribadi yang teguh dalam pendirian dan selalu konsisten akan pendiriannya tersebut, sehingga mampu berbuat sesuai dengan tujuan yang benar karena berdasar pada pendirian yang benar pula. Kalo menurut saya caranya bisa bermacam-macam, namun seperti yang saya alami sendiri adalah dengan cara kita mengikuti organisasi atau komunitas yang aktiff produktif dengan kegiatan-kegiatan positif semacam komunitas menulis, komunitas membaca, menggambar, olahraga ataupun komunitas berbagi melalui pengajaran kepada anak-anak jalanan, anak-anak putus sekolah ataupun lainnya. Eh tapi ingat ya.. organisasi atau komunitasnya yang jelas dan tidak mengajak untuk hal-hal negatif.

Nah gimana menurut teman-teman apakah punya pengalaman tentang pengembangan pribadi ? silahkan jika mau sharing bisa berbagi di komentar dibawah. terimakasih :)

Organisasi Sebagai Pembentuk Pribadi Yang Mandiri
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *