Ngobrol Bareng BPJS

sumber: wikipedia

Jumat 8 April 2016, sehari sebelumnya dapat japrian dari mas Yudi a.k.a @hyudee buat ikutan kober (pinjam istilahnya nak loenpia Kopdar Bermutu) hehe… Nah kali ini agenda kopdarnya adalah ngobrolin tentang BPJS. Selidik tentang BPJS itu apa? Saya comot uraian panjangnya dari wikipedia.

Jadi, BPJS itu adalah lembaga berbadan hukum nirlaba yang dibentuk Pemerintah untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. BPJS ini menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia, yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan atau lebih dikenal PT Askes Indonesia menjadi BPJS Kesehatan, dan lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan atau PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Karena pada awal 2014, PT Askes baru menjadi BPJS Kesehatan, sedangkan pada 2015 PT Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Buat temen-temen yang belum mempunyai kartu BPJS keduanya, Kesehatan maupun Ketenakerjaan bisa mengakses masing-masing websitenya di www.bpjs-kesehatan.go.id dan www.bpjsketenagakerjaan.go.id didalamnya sudah disediakan panduan untuk menjadi peserta BPJS.

Perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenegakerjaan

Mengutip dari liputan metrotvnews terkait perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, berikut penjelasannya: Bahwa dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, BPJS Kesehatan memberikan perlindungan sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meliputi pelayanan kesehatan tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, dan rawat inap.

Sementara itu, fungsi dan tugas BPJS Ketenagakerjaan melingkupi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun (JP). Setelah bertransformasi dari Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah memang menambah satu program, yakni Jaminan Pensiun (JP).

Keduanya juga mengharuskan persertanya untuk melakukan iuran bulanan, namun dengan nominal yang berbeda.

Pengalaman Menggunakan BPJS Ketenegakerjaan 

Saya sendiri memiliki keduanya, karena sewaktu saya mengantor sudah dibantu oleh perusahaan outsource yang merekrut saya. Pengalaman saya menggunakan BPJS ini sebenernya tidak terlalu rumit, o ya tapi pengalaman saya ini menggunakan BPJS Ketenagakerjaan. Pertama kali menggunakannya ketika saya sedang membutuhkan kacamata baru untuk mengatasi keluhan minus pada mata. Karena kebetulan teman ada yang punya klinik optik dan bisa pake BPJS saya memutuskan untuk menggunakan fasilitas ini, dari biaya 500 ribu bisa menjadi 300 ribu kan lumayan.

Dari pengalaman saya terkait tahapan dalam penggunaan kartu BPJS Ketenagakerjaan adalah, pertama saya datang ke klinik sesuai yang tertulis pada kartu BPJS, tahapan kedua saya meminta surat rujukan untuk bisa periksa mata ke rumahsakit yang sudah kerjasama dengan BPJS. Mungkin temen-temen ada yang penasaran “Kenapa tidak langsung periksa mata di klinik kenapa harus ke rumah sakit?” ini dikarenakan syarat dari klinik optik yang akan saya datangi mengharuskan saya untuk bisa mendapatkan surat pemberitahuan minus mata dari rumahsakit yang sudah kerjasama dengan BPJS. Dan tahapan terakhir setelah dapat surat dari RS keterangan sakit ataupun minus, tinggal datang ke klinik pilih frame dan kacanya, dari total biaya optik dikurangi dengan bantuan BPJS sesuai kelas yang terdaftar pada kartu kita. Tidak rumit kan, cuman kalo ada antrian panjang, ya bersabarlah.

Perbedaan BPJS dan JKN

Nah, hubungannya dengan obrolan BPJS jumat kemaren adalah, saya bersama teman-teman blogger, komunitas dan media yang diundang, acara yang kami ikuti ini pada intinya sosialisasi yang berkaitan dengan perubahan iuran untuk keberlangsungan program BPJS yakni JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), sebelum membahas tentang masalah iuran sudah tahu kan perbedaan BPJS dengan JKN? Yap bener! BPJS itu lembaga atau organisasinya sedangkan JKN adalah programnya.

Iuran BPJS Kesehatan update 2016

Lha urusan iuran itu gimana? Iuran yang berubah ini menyusul adanya perubahan peraturan pemerintah yang tertuang dalam PerPres (Peraturan Presiden) No.19 Tahun 2016 yang merubah isi PerPres No.12 Tahun 2014 tentang Jaminan Kesehatan. Peserta BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2, masing-masing menyetor iuran sebesar Rp80.000 (sebelumnya Rp. 59.500) dan Rp51.000 (sebelumnya Rp42.500) per orang per bulan. Sementara untuk peserta kelas 3 (tetap Rp25.500 per orang per bulan) tidak dikenakan kenaikan iuran. Saya dan mungkin teman-teman peserta BPJS yang berperan aktif dalam iuran bulanan program JKN ini mengharapkan pelayanan yang lebih baik dari BPJS mengingat adanya kenaikan iuran ini.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan kantor BPJS regional VI Bapak Wahyu Giyanto selaku Kepala Departemen Hukum, komunikasi Publik, Kepatuhan dan Keuangan beserta Ibu Maya Susanti Kepala Departemen Pemasaran, Kepesertaan & UPMPU, bahwa selain menjelaskan peningkatan pelayanan beliau-beliau juga menghimbau kepada peserta ngobrol sore itu untuk berperan aktif dan menjadi pelopor program JKN, karena manfaatnya sangat besar sekali untuk langkah preventif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat pada umumnya bahwa jaminan kesehatan sangatlah diperlukan.

Ngobrol Bareng BPJS Kesehatan

Bertempat di lobi Noormans Hotel acara Ngobrol Bareng BPJS ini dihadiri sekitar 30 orang terlihat cukup aktif karena selain diikuti melalui tempat ini, acara juga bisa didengarkan melalui frekuensi radio @TraxFMSMG 90,20. Sehingga pertanyaan yang masuk tidak hanya dari peserta yang berada di Noormans, namun muncul juga dari media sosial radio Trax. Berlangsung hampir 2 jam ngobrol BPJS makin gayeng, ini disebabkan karena selain materi yang menarik dan juga dipandu MC yang interaktif, ditambah pula alunan musik dari band yang apik diorganize oleh temen-temen Trax.

Mungkin temen-temen ada yang punya pengalaman terkait dengan BPJS bisa loh sharing di komen.. ditunggu ya, terimakasih :)

Ngobrol Bareng BPJS
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *