Gojlogan Sewaktu KMD 2004

Sakjane setengah rodo gonduk (baca: jengkel) nulis cerita ini..

Ini merupakan KMD (kenangan masa dulu) halah… nggak kebayang kalau sebenarnya aku punya cerita yang insyaaloh mungkin susah dilupakan sepanjang masa hidup. *ngremes mouse* kisah ini dimulai ketika aku mengikuti KMD (Kursus Mahir Dasar) Pembina Pramuka untuk sekolahan ku dulu, kegiatan ini wajib bagi siswa kelas 4 (untuk versi dari sekolahanku) ini setara dengan kelas 1 SMA atau Madrasah aliyah. Ya…seperti malam sebelumnya ketika malam hari sekitar jam 02.30-03.00 kami para pesdik kepanjangan dari peserta didik dibangunkan oleh pihak panitia. ketika tiba-tiba kami dikumpulkan di depan tenda kemah kami, kami baris per kompi dan ketika itu aku berkesampatan jadi pimpinan kompi1 batalyon1. aku memimpin barisan sebelum kami menerima perintah dari kakak panitia. setelah beberapa saat kemudian kami di gojloki (istilahnya tes mental dengan cara-cara dibentak-bentak panitia, mencari-cari kesalahan yang tak jelas gitu).

Setelah beberapa saat setelah gojlokan tersebut, datang salah satu dewan guru atau pembimbing panitia yang memberitahukan bahwa ada salah satu keluarga yang terkena bencana dan salah satu kerabat yang terkena bencana itu sedang mengikuti kemah ini.

karena ketika jam-jam segitu tu aku juga tidak begitu memperhatikan siapa nama keluarganya itu, tapi kemudian namaku terpanggil sebagai salah satu anggota keluarga korban yang sedang terkena musibah, maka seketika itu perasaanku tidak enak. sesaat kemudian aku sudah disuruh panitia dan dewan guru untuk mengemasi barang-barang yang aku bawah ke kemah selama ini. saat mengemasi pakaian itulah rasanya timbul beribu-beribu pertanyaan yang tak karuan, dan bermacam terkena musibah apakah gerangan? apakah kecelakaan atau bahkan sampai kematian tapi siapa ayah, ibu, adik-adikku atau? *pertanyaanku berhendi disitu*

Rasa penasaran dan cemas itu ternyata mengundang tetesan air mata yang sudah tak bisa kubendung lagi. dalam hatiku berkata Ya Alloh apakah yang sedang terjadi pada ayah, ibu, adikku-adikku? setelah aku selesai mengemasi barang-barang aku diajak ke ruang para dewan pembimbing panitia sekaligus tempat istirahat untuk para instruktur materi selama kegiatan KMD ini berlangsung. Disitu aku di suruh sabar dan tenang dan menunggu kabar dari rumah, dan dalam penantian yang agak lama sekitar 10 menit itu terjadi kontak antara dewan guru dan orang yang entah aku tak tahu namanya dan apa yang dibahasnya. “kamu nanti akan diantar oleh ketua panitia ke terminal untuk selanjutnya menuju ke rumah” kata pembimbing atau de wan guru setelah menutup hpnya dan beliau juga menyuruhku untuk menunggu beberapa saat, menunggu telepon dari orang yang tak ku kenal itu apakah masih ada bus untuk jurusan ke madiun, dan setelah menunggu kurang lebih 10 menitan sambil menangis sesegukan. bersamaan dengan kejadian itu ternyata aku juga da teman cewek dan tadi pingsan, aku juga tak tahu riwayatnya mengapa bisa demikian, dari pandanganku sih kayaknya dia itu seperti kaget berat (apa ya istilahnya syok berat mungkin), tapi itu hanya dugaanku. tak berselang lama setelah mengamati kejadian itu aku sudah ditunggu si ketua KMD yang siap mengantarkan aku untuk menuju terminal. aku naik bersama dengannya dan kami berangkat tanpa aku memperhatikan kakak-kakak panitia lainnya yang memperhatikan aku. (cekikikan mungkin melihat aku menangis……).

Di tengah perjalanan tanpa ku sadari karena aku masih sedih, motor kakak panitia itu berhenti dan katanya ada sesuatu yang tertinggal kemudian aku pun percaya karena dalam otakku waktu itu tidak ada pikiran selain rumah dan kedua orang tua dan kedua adikku yang belum ku ketahui pasti keadaanya saat itu. Dan setelah sampai di kamp perkemahan kami itu aku kembali dengan pikiran yang tambah membuatku bingung, karena aku tiba-tiba dipaksa memakai rangkaian daun yang disusun apik menyerupai mahkota raja (raja hutan maksudnya) dan disampingku itu ternyata juga terdapat si cew yang pingsan itu juga disuruh memakai mahkota seperti milikku tapi menurutku itu untuk mahkota khusus putri, saat itulah aku tersadar bahwa aku selama itu sudah dikerjain sama para kakak-kakak panitia KMD. Wah rasanya aku pingin mukul tu salah satu panitia. kemudian kami (aku dan si cew sama diiring oleh panitia-panitia ke tengah lapangan. saat itu semua pesdik yang kurang leboh 300 orang yang terdiri putra dan putri sedang menunggu kami datang, dan ketika kami mulai masuk lapangan kami dinyanyikan lagu Thola’al Badru….. dan lagu selamat ulang tahun Bukan main malunya aku waktu karena udah dekerjain sama si panitia, beberapa teman-temanku juga menyorak-nyorai aku….pikirku wah kurang ajar ni panitianya. (tapi hebat juga skenarionya).

Tapi akhirnya aku merasa bodoh sendiri, kenapa cepet-cepet aku kebawa perasaan huft! *menyesal* HARJIMAANNN….. AKU DIKERJAII PANITIA!!! dari ini aku patut acungi jempol buat panitia KMD 2004. Buat Pak de asrori, mas afiq, mas dwi, mas awi, mbak qomariah, mbak likah dan mas maupun mbak semua panitia dan KOORD 2004 yang pernah mengenal aku terima kasih buat ceritanya…ya… *kayak kirim salam dan requst lagu*.

Gojlogan Sewaktu KMD 2004
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *