Cerita Lebaran 1435H

Lebaran adalah yang biasa kita sebut ketika umat muslim sedang merayakan hari raya idul fitri. Lebaran kali ini tentunya beda dengan tahun kemaren, kalo aku tanya bedanya apa? Kira-kira teman-teman menjawab apa ya? 😀 oke mari kita uraikan jawabannya satu persatu. Tentunya yang berbeda dari lebaran tahun kemaren adalah lebaran kali ini (1) saya agak kurusan hohoho tapi ini katanya sih :P, kemudian yang beda selanjutnya adalah (2) 2 keponakan dari putrinya Almarhum Pak De sebelah rumah, alhamdulillah udah lahir semua dalam kondisi sehat dan lucu-lucu semua, yang satu namanya faqih dan yang kedua namanya irfan. Selanjutnya adalah (3) liburan lebaran tahun ini lebih panjang dari tahun sebelumnya, kalo aku hitung sih sampai 9 hari lamanya, sampai aku bingung mau ngapain aja dirumah. Nah terakhir adalah (4) cerita-cerita yang terjadi selama menjelang dan selama liburan lebaran ini berlangsung.

IrfanIrfan Tidur

(a) Cerita pertama dimulai persis menjelang lebaran yakni h-1 lebaran atau sehari sebelum sholat idul fitri, cerita bermula ketika adikku yang paling kecil lisa menghilangkan STNK motor honda beat yang baru dibeli oleh bapak 2 minggu sebelumnya, karena ibuk mau memakai motor itu untuk belanja, yah akhirnya semua orang dirumah kena marahnya. Siangnya ketika ibuk pulang dari belanja karena kecapekan dan ngantuk ibuk jatuh alias kecelakaan tungggal di bahu jalan raya , alhamdulillah tidak parah, hanya lecet dan memar di tangan kanan serta pelipis sebelah mata kanan atas. Pertama yang mendengar kabar tersebut adalah adikku adit. Karena dengan sedikit panik dan ingin segera menuju lokasi kejadian, berangkatlah adit bersama bapak dari rumah dengan bergegas, ketika sampai di jembatan nanas yang sudah jauh dari rumah ±15km, tiba-tiba bapak merasa ada yang mengganjal pikirannya setelah menyentuh saku celana dimana dompetnya berada ternyata raib -____-, adit dan bapak sepkat bahwa dompet pasti terjatuh di jalan, akhirnya bapak dan adit balik lagi kerumah untuk menyusuri jalanan siapa tahu masih bisa ketulungan nemu dompet yang jatuh, sampai rumah tidak menemukan dompetnya, bapak dan adit langsung bertolak kembali berangkat dengan menyusuri jalanan kembali dengan cermat, sudah panik ibuk kecelakaan ditambah dompet yang sedianya sudah terisi uang untuk perawatan ibuk malah hilang. Alhamdulillah dalam perjalanan selama penelusuran dompet hilang ada yang menginformasikan bapak, bahwa dompetnya ditemukan oleh seseorang, beliau adalah bapak tukang tambal ban yang ternyata sudah dikenal oleh bapak saya juga, secepat kilat bapak dan adik menuju ke rumah penemu dompet, alhamdulillah dompet beserta isi aman, karena bapak penemu dompet merasa kenal bapak saya, beliau enggan menerima imbalan dari bapak saya,  namun karena bapak merasa ditolong akhirnya bapak memaksa agar beliau mau menerimanya.

Setelah urusan dompet selesai, sesuai dengan informasi yang diterima adit melalui telepon dari ibuk lokasi kejadian jatuhnya ibuk di daerah kedungmiri dekat pondok gontor putri 1 dan 2, adit dan bapak langsung menuju lokasi tersebut. Alhamdulillah dengan kondisi ibuk yang tidak terlalu fatal beliau dibawa ke puskesmas guna pemeriksaan lebih lanjut, dan dibantu oleh warga sekitar yang mengetahui kejadian jatuhnya ibuk. Dengan beberapa obat yang diberikan oleh dokter alhamdulillah ibuk bisa rawat jalan dirumah, motor dengan belanjaan dibawa adit sedangkan ibuk membonceng bapak dalam perjalanan pulang.

(b) Cerita kedua adalah alhamdulillah sholat idul fitri kali ini saya dan adit tidak terlambat, jadi kami bisa sholah Ied, malahan kita bisa berada di shof paling depan 😀

(c) Cerita ketiga Selanjutnya yakni fenomena Selfie yang bermetamorfosis menjadi Groufie telah menjalar dan mewabah sampai ke pedesaan *rodo lebay*, termasuk di keluarga besarnya mbak Rabu, iya itu nama mbah saya 😀 ini ada contoh beberapa groufie sewaktu lebaran kemaren..

IMG_2274IMG_2273IMG_2300

Nah inilah cerita lebaran di rumah kemaren, kalo ceritamu seperti apa? btw, sekalian saya mengucapkan Mohon Maaf lahir dan Batin ya… jika selama ini saya ada salah, Mohon dimaafkan. Terimakasih :)

Cerita Lebaran 1435H
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *